PENCURI YANG BUTA(2/2)


  Keesokan harinya aku di ajak untuk melakukan kegiatan bersama Organisasi perumahan ku. Saat aku sampai di lapangan tempat berkumpul, Inazagi ada disana lebih cepat dari yang lain.
  Akhirnya kita berbincang, dan ternyata Inazagi baik walaupun memang orangnya berbeda dari yang lain tetapi aku suka mendengar ceritanya, karena aku dapat merasakan apa yang dia rasakan, walaupun kita selalu berbeda.
  Setelah pertemuan itu, kita melakukan pertemuan lagi, tetapi sekarang Amber dan Rabelyn ikut bersama Inazagi. Dari pertemuan-pertemuan yang sering kita lakukan, hubungan pertemanan kita sudah menjadi Sahabat dimata ku.
   Rasa yang di bagi bukanlah seperti teman biasa. Jika di suruh jelaskan, aku bingung, perasaan ini tidak bisa di paparkan begitu saja. Menurut ku "rumit" adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan ku sekarang.
Walau hanya aku yang merasakan seperti itu, aku tidak memaksakan seseorang harus merasakan hal yang sama kepadaku, karena aku di ajarkan untuk tidak menuntut seseorang menjadi seperti apa yang aku mau. Cukup jelas dan aku mengerti.
  Telah banyak Pelajaran hidup yang ku dapat hanya dengan melihat dan mendengar, dan menjaga kekurangan mu itu adalah mimpiku. Maaf jika itu bukan mau mu, mungkin seseorang dapat melakukannya untuk ku.
  Salah ku telah memberikan rasa yang terlalu banyak.

          Pencuri harus lah di salahkan, tetapi jika sang pencuri buta, apa boleh buat selain melupakannya. Jika memang kau bisa melihat, aku harap kamu akan membenci ku, agar aku bisa melupakan mu dengan cepat.

Comments

Popular posts from this blog

MASA SD.

NYONTEK.

SOCIAL MEDIA.