PENCURI (1/2)
Pada 19 September, aku memutuskan untuk pindah ke rumah baru yang orang tuaku berikan.
"Aldrick" Ucapku di hari ke-tiga.
"Rabelyn" Balasnya dengan senyum.
Setelah memasuki hari ke-tiga, ternyata aku baru mengetahui bahwa Rabelyn ternyata baik dan rendah hati.
"Aldrick" Ucapku terpaksa.
"Izanagi" Balasnya, dengan gaya bicara yang sudah bisa ku tebak.
Aku menyampingkan egoku untuk berkenalan dengan nya, karena aku akan bersama Izanagi dalam waktu yang cukup lama.
"Amber" Ucapnya.
"Aldrick" Balasku.
Pertemuanku dengan Amber bukanlah suatu rencana seperti yang lain, anggaplah bahwa Tuhan memang ingin kita bertemu.
Siang itu sangat panas, yang menyebabkan aku mengajak Rabelyn untuk membeli minum di dekat perumahan.
"Ra, sini dong temenin gw beli minum."
"Kalo nyokap gue tau, gue beli minum di luar bisa di marahin gue drick." Balasnya.
"Kita minumnya disana aja ra, santai aja sih."
"Yaudah deh ayo drick."
Akhirnya Rabelyn datang kerumah ku dan kita membeli minum, agar Ibunya tidak tahu, kita menghabiskan seluruh minum nya di toko dekat perumahan.
Karena minumnya sangat banyak akhirnya kita berbincang mengenai satu sama lain di toko itu, ternyata kita mempunyai banyak kesamaan, yang menyebabkan kita akhirnya menjadi teman dekat.
Di perumahan baruku ada organisasi yang setiap weekend mengadakan pertemuan, aku sendiri tidak tahu apa guna nya pertemuan itu. Karena aku orang baru disitu, maka akhirnya ku putuskan untuk bergabung agar lebih mengenal orang sekitar.
Saat aku datang di pertemuan pertama ku, aku melihat Izanagi dengan teman-temannya, mereka terlihat sangat dekat dan arogan, maka aku urungkan niat ku untuk menyapa Izanagi dan temannya, lalu aku melihat Amber dari kejauhan.
"Amber! " Ucapku sambil berjalan menuju tempat ia duduk.
"Masih inget nama gw kan?" Tanyaku.
"Aduh hehehehe" Jawabnya.
"Yeh, ngeselin jg lu, yaudah pura pura kenalan lagi aja deh kita." Jawabku bercanda.
"Hah?" Jawabnya bingung
"Aldrick" Kata ku sambil mengulurkan tangan.
"Ooohhh hahahahaha, Amber" Ucapnya sambil menjabat tanganku.
Kita mulai membicarakan tentang kegiatan yang kita sedang lakukan dan sesuatu yang kita suka, dari situ lah aku dan Amber mulai dekat, pembicaraan aku dan Amber terus berlanjut, walaupun kadang hanya dari chat, tetapi kalau kita bertemu pasti ada saja yang akan kita obrolkan.
Comments
Post a Comment